Welcome

Selamat datang!!!! Terima kasih telah berkunjung ke halaman ini. Nikmati sajian kami dan ISI ULANG JIWA ANDA dengan motivasi-motivasi dari para motivator terkenal. Best of Luck!!!

Virginia - Isteri Saipul Jamil - Tewas dalam LAKALANTAS

Istri artis sekaligus pedangdut Saipul Jamil, Virginia Anggraeni, yang baru dinikahi pada Maret 2011 lalu, tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Cipularang Km 97, Sabtu (3/9/2011).

BANGUNKAN HIDUP ANDA

ata antusiasme (enthusiasm) berasal dari bahasa Yunani yang berarti “Tuhan di dalam”. Dan Tuhan yang ada di dalam diri kita masing-masing tidak lain adalah rasa cinta – cinta diri yang sesungguhnya (dan penerimaan diri), dan dari situ dating cinta kepada sesame kita.

SUKSES ADALAH PILIHAN

Filosofi "Hidup Mengalir Seperti Air" bisa membuat orang terlena dan menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda, sayang sekali hidup kita yang berharga ini kalo dibiarkan mengalir seperti air yang bisa jadi air tersebut akan mengalir ke got.

PELIHARALAH MIMPI ANDA

Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitment, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang..

BIARKAN TUHAN MENILAIMU

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi,tetaplah berbuat baik. .

MEMBUAT TAMPILAN GMAIL FRIENDLY DAN NYAMAN

Untuk pengguna gmail yang setiap harinya mendapat di atas 100 email tentu sedikit repot dengan tampilan gmail yang lama. Kita harus satu2 persatu membuka dan membaca, belum lagi ketika kita harus membalas email tersebut. Kita harus kembali lagi ke halaman inbox untuk mengecek email yang lain begitu seterusnya.

KEBIASAAN BURUK YANG MEMPERBURUK PENAMPILAN PRIA

Seluruh kebiasaan yang dianggap sehat mungkin sudah saatnya menjadi perhatian Anda. Sayang, ada beberapa kebiasaan yang Anda anggap sehat, ternyata lambat laun memperburuk penampilan. Untuk mencari tahu apakah salah satu kebiasaan berikut adalah kebiasaan Anda, Askmen memaparkannya berikut ini..

Kamis, 22 September 2011

Beauty Tips


A dear old lady was asked what she used to make her complexion so beautiful and her whole being so bright and attractive. 


She answered: 


"I use for my lips, truth 


I use for my voice, kindness 


I use for my ears, compassion



I use for my hands, charity 


I use for my figure, uprightness 


I use for my heart, love 


I use for any who do not like me, prayer."

Author: Unknown

Rabu, 27 Juli 2011

MULAI SEKARANG JUGA

Segala pekerjaan ternyata tidaklah terlalu sulit seperti yang Anda bayangkan ketika Anda telah mulai mengerjakannya. Letakkan satu langkah kaki di depan langkah kaki yang lain. Ambil selembar kertas dari tumpukan, dan mulailah bekerja. Mulailah untuk menggali dan jangan pernah berhenti.
Jangan cari kenyamanan, tetapi buatlan kenyamanan. Rasakan kepuasan dan pencapaian saat apa yang Anda kerjakan telah selesai.
Tidak peduli apa yang Anda kerjakan, berikan perhatian penuh dan berikan yang terbaik. Jangan terpikir untuk memberikannya sempurna. Cukup yang berharga dan berguna. Nikmati dan hargai kerja Anda. Banggalah karena Anda mengerjakannya.
Pekerjaan yang Anda kerjakan, apapun pekerjaan itu, adalah sebuah kesempatan. Kesempatan bagi Anda untuk membuktikan orang seperti apakah Anda. Kesempatan untuk menciptakan sebuah perbedaan. Kesempatan untuk menghargai diri Anda, dan orang di sekitar Anda.

Kamis, 21 Juli 2011

GELAS PENUH ATAU GELAS KOSONG????

Pernah tau ilustrasi Gelas Penuh dan Gelas Kosong? Yokk… kita bermain2 sebentar. Bisakah kita mengisi air ke sebuah gelas yang sudah penuh? Gak bisa, kalaupun bisa,
tentunya akan meluap keluar. Supaya kita bisa mengisinya, kita haruslah mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya. Nah, apa hikmah dari ilustrasi ini?

Pertama, kalau kita ingin maju dalam belajar, kita haruslah mengosongkan alias merendahkan ego kita, mau belajar dan mau diajari. Kita akan sulit menerima pembelajaran dari orang lain bila ego kita masih ada, apalagi bila tujuannya untuk ngetest saja. Mungkin di bidang kita, kita merupakan pakarnya, namun di bidang lain, supaya kita berhasil sukses, kita harus turun dulu. Gak mungkin toch melompat dari puncak gunung yang satu ke puncak gunung yang lain.

Kedua, ilustrasi gelas penuh gelas kosong tadi bisa juga diartikan, kita seringlah memberi, alias bersedekah. Ketika seseorang bersedekah, ibaratnya, ia sedang mengosongkan atau menumpahkan sebagian gelas rezekinya, tentunya Tuhan akan bisa mengisikan lagi gelas rezekinya. Bagaimana mungkin Tuhan bisa menambahkan lagi rezeki bila kita tidak pernah membagikan juga rezeki kita.

Ketiga, ilustrasi ini bisa juga menggambarkan ketika kita kehilangan, itu bisa jadi Tuhan sedang mengosongkan gelas rezeki kita (mungkin karena kita lupa untuk berbagi). Namun, gak usah bersedih, percayalah, suatu Hari Tuhan akan mengisikannya lagi kembali bahkan dengan yang jauh lebih baik lagi.

Sumber : Antonhuang.com

Kamis, 14 Juli 2011

“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan”

(Kel 11:10-12.14; Mat 12:1-8)

“ Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (Mat 12:1-8)

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Apa yang disebut persembahan dalam perjanjian lama antara lain adalah pelaksanaan aturan memberi derma sepersepuluhan, dimana orang harus mempersembahkan sepersepuluh dari penghasilannya kepada Tuhan melalui paguyuban umat beriman atau kalau sekarang berarti Gereja, tidak lebih dan tidak kurang seperspuluh dari penghasilannya harus dipersembahkan kepada Tuhan. Hasil pengumpulan sepersepuluhan tersebut digunakan untuk kehidupan para petugas paguyuban umat, ibadat serta bagi mereka yang miskin dan berkekurangan. Yesus menghendaki belas kasihan artinya hendaknya mempersembahkan lebih dari itu, atau bahkan seluruhnya dipersembahkan, lebih-lebih selanjutnya difungsikan untuk membantu mereka yang miskin dan berkekurangan. Dengan kata lain kita diingatkan untuk membantu mereka yang miskin dan berkekurangan hendaknya mengabaikan peraturan bukan berarti melanggar melainkan mengatasi peraturan, Belas kasihan hendaknya mengatasi peraturan atau mendasari peraturan, dengan kata lain atas dasar belas kasih atau cintakasih hendaknya orang tidak takut untuk bertindak, meskipun secara formal mungkin dikatakan tidak sesuai dengan peraturan, karena melebihi peraturan yang berlaku. Maka hendaknya dalam berbuat baik kepada saudara-saudari kita tidak perlu minta izin, kapanpun dan dimanapun ada kesempatan untuk berbuat baik, hendaknya segera dilaksanakan tanpa ditunda-tunda; itulah artinya kita percaya bahwa “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”. Hari Sabat untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat, peraturan untuk manusia, bukan manusia untuk peraturan. Belas kasih atau cinta kasih itu bebas dan tidak terbatas. Hari ini kita kenangkan St.Bonaventura, nama yang berarti mendatangkan kebaikan atau kebaikan sedang datang. Maka semoga kehadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun dapat menjadi warta baik bagi siapapun.

· “Beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.” (Kel 12:11-12), demikian kutipan perihal tata tertib merayakan Paskah pada masa itu. Yang penting atau isi pokok dalam tata tertib itu adalah Paskah, yang berarti Tuhan lewat, hadir menunjukkan kuasaNya, maka dalam kebersamaan (makan) tersebut yang berkuasa adalah Tuhan. Dengan kata lain Tuhan lebih utama dan harus lebih diutamakan daripada tata tertib. Tata tertib berfungsi bagi manusia sebagai bantuan untuk semakin ‘ber-Tuhan’ alias semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, sehingga cara hidup dan cara bertindaknya baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Tata tertib dan budi pekerti luhur hemat saya bagaikan uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan: mereka yang berbudi pekerti luhur akan semakin setia dan taat melaksanakan aneka tata tertib, sebaliknya semakin setia dan taat pada tata tertib berarti semakin berbudi pekerti luhur. Maka baiklah kita hayati aneka tata tertib dengan sepenuh hati dan utuh, tidak sepotong-sepotong, dan hendaknya bersikap positif terhadap aneka tata tertib. Jika berkehendak merubah tata tertib hendaknya tata tertib tersebut dilaksanakan lebih dahulu sebelum dirubah, dan ketika dalam pelaksanaan merasa ada yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan atau melanggar cintakasih, baiklah tanpa takut kita merubahnya.

“Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan atas segala kebajikanNya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan” (Mzm 116:12-13)

oleh Rm. I. Sumarya .SJ.

Sumber: Ekaristi.org

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu”

(Kel 3:13-20; Mat 11:28-30)

“ Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Mat 11:28-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Ada orang yang mudah mengeluh dan menggerutu ketika harus melaksanakan tugas berat dan sarat dengan tantangan, padahal apa yang harus dilaksanakan penting sekali untuk kehidupan bersama. Padahal seberat apapun beban pekerjaan yang diserahkan kepada kita dan harus kita kerjakan jika dibandingkan dengan penderitaan Yesus tidak ada apa-apanya. Ia disiksa sampah berdarah dan kemudian memikul salib berat serta kemudian disalibkan tidak pernah mengeluh atau menggerutu, bahkan di dalam penderitaanNya Ia menghibur mereka yang menangisiNya. Memang kita tidak sama dengan Yesus, tetapi sebagai orang yang percaya kepadaNya, marilah kita belajar dari Dia. Maka ketika merasa memikul beban pekerjaan berat pandanglah dengan sepenuh hati Ia yang tergantung di kayu salib, maka kami yakin anda akan memperoleh kekuatan dan penghiburan serta dengan demikian beban pekerjaan seberat apapun ringan adanya, nikmat dan enak untuk dikerjakan. Jika tidak ada salib di depan anda, jangan lupa membuat tanda salib sebelum mulai mengerjakan beban berat tersebut, sebagaimana dilakukan oleh para pemain sepak bola klas dunia, yang sering kita saksikan sebelum memulai main sepak bola/pertandingan. Nikmati saja dalam Tuhan apa yang didepan anda, maka semuanya akan ringan dan nikmat adanya. Memang ada satu syarat utama yang tak boleh ditinggalkan, yaitu perihal pekerjaan; hendaknya melaksanakan pekerjaan yang diserahkan oleh Tuhan kepada kita melalui atasan atau pimimpin kita sesuai dengan tata tertib yang berlaku terkait dengan tugas pekerjaan tersebut. Terimalah dengan lemah lembut beban pekerjaan yang diserahkan kepada kita seraya mengandalkan diri pada Tuhan. Bersama dan bersatu dengan Tuhan semuanya ringan dan enak adanya.

· “Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, … ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya” (Kel 3:17), demikian firman Tuhan kepada Musa. Baiklah jika firman Tuhan kepada Musa ini juga kita hayati sebagai firman Tuhan kepada kita, lebih-lebih atau terutama mereka yang merasa dalam penderitaan atau berbeban berat, entah itu secara phisik, sosial, emosional maupun spiritual. Percayakan anda kepada tuntunan Tuhan, yang secara konkret berarti terbukalah terhadap aneka bantuan atau uluran tangan orang lain yang dengan rela hati mau membantu anda dalam bentuk apapun. Kerjakan semuanya dengan penuh harapan, yang berarti dalam keceriaan dan kegairahan, apalagi yang akan kita tuju adalah ‘suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya’, sesuatu yang indah, mempesona, menarik dan memikat siapapun. Bukanlah susu dan madu merupakan gambaran sesuatu yang indah, mempesona, menarik dan nikmat? Marilah kita tempatkan atau hayati diri kita bagaikan seorang bayi yang sedang digendong oleh ibunya dan sedang menyusu dengan gairah pada buah dada sang ibu, artinya nikmati dengan rendah hati dan lemah lembut serta bergairah apa yang di depan anda. Melangkah ke depan, menuju suatu perwujudan damban atau harapan yang indah, menarik, mempesona dan memikat memang tak akan pernah lepas dari anekaa tantangan, hambatan maupun masalah, namun dalam tuntunan Tuhan dan kebersamaan dengan orang lain semuanya akan terasa ringan dan nikmat adanya. Maka hendaknya kita melangkah dalam kebersamaan atau kegotong-royongan, sehingga selama melaksanakan tugas pengutusan tidak terasa lalah dan ketika selesai, sampai tujuan tak terasa juga, sebagaimana terjadi dalam gotong-royong warga kampung atau pedesaan yang masih berjalan di beberapa tempat. Marilah kita bekerja sama atau bergotong-royong bagaikan semut-semut yang menggotong bangkai binatang mendaki tembok, dimana selama perjalanan semuanya bekerja dengan ceria dan gairah, serta tidak ada yang korupsi sedikitpun di perjalanan; semut-semut juga tahu persis kapan harus mengganti temannya di tempat kerjanya, kapan harus beristirahat dst.. Tidak percaya perhatikan sekelompok semut yang sedang ramai-ramai menggotong bangkai binatang mendaki tembok!.

“Tuhan membuat umatNya sangat subur dan menjadikannya lebih kuat dari pada para lawannya; diubahNya mereka untuk membenci umatNya, untuk memperdayakan hamba-hambaNya. DiutusNya Musa, hambaNya, dan Harun yang telah dipilihNya; keduanya mengadakan tanda-tandaNya di antara mereka dan mujizat-mujizat di tanah Ham” (Mzm 105:24-27)

Sumber: Ekaristi.org

“Tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan ..."

“Tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya”
(Kel 3:1-6.9-12; Mat 11:25-27)

“ Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat 11:25-27), demikian kutipan Waarta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatnn-catatan sederhana sebagai berikut:

· “Tidak mengenal maka tidak sayang”, demikian kata sebuah pepatah. Orang yang saling mengenal berarti akan saling mengasihi atau menyayangi, namun kedalaman dan kemantapan kasih-sayangnya akan sangat tergantung dari kedalaman pengenalannya, dan kedalaman pengenalan tergantung dari keterbukaan hati dan budi orang yang bersangkutan. Jika sungguh saling terbuka dalam hati dan budi maka akan saling mengenal dan dengan demikian terjadilah kesatuan hati dan budi sebagai tanda saling mengasihi atau menyayangi. Orang yang merasa diri telah bijak dan pandai pada umumnya kurang terbuka hati dan budinya terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan baru, sebaliknya orang yang merasa diri kecil alias kurang atau tidak bijak dan pandai akan lebih terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan. Sabda hari ini mengajak kita semua untuk menghayati diri sebagai yang lemah, rapuh dan berdosa, yang dikasihi dan dipanggil Tuhan untuk menjadi sahabat-sahabatNya. Penghayatan hidup yang demikian inilah yang berkenan kepada Tuhan, sebagaimana disabdakan oleh Yesua bahwa “tidak ada seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya”. Kata lain dari penyataan atau pewahyuan atau penyingkapan; hanya mereka yang terbuka dan rendah hati akan siap sedia menerima penyingkapan misteri ilahi atau aneka macam nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan kehidupan. Tuhan telah menyingkapkan segala sesuatu kepada kita, entah secara langsung atau melalui ciptaan-ciptaanNya, dan dari pihak kita diharapkan kesediaan untuk menyingkapkan diri alias membuka diri sepenuhnya terhadap penyingkapan atau penyataannya.

· "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."(Kel 3:12), demikian firman Allah kepada Musa, peneguhan Allah kepada Musa yang terjadi dalam penampakan atau penyingkapan Diri Allah kepada Musa. Peneguhan Allah tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan Musa ‘Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun’. Keberanian secara jujur dan rendah hati mempertanyakan diri ‘siapakah aku ini’ kiranya sungguh merupakan bentuk penghayatan diri orang yang merasa diri lemah dan berdosa serta dipanggil oleh Tuhan untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatanNya. Marilah kita mawas diri apakah kita sungguh dengan besar hati dan lepas bebas menghayati diri sebagai yang lemah dan rapuh, yang kemudian diharapkan terbuka terhadap panggilan Tuhan melalui aneka macam tanda-tanda zaman. Apakah kita peka akan tanda-tanda zaman? Hanya orang yang peka terhadap tanda-tanda zaman akan memiliki kesempatan atau kemungkinan untuk membebaskan diri dari aneka ketertutupan yang membawa ke pengurusan diri alias egois. Hanya yang peka akan tanda-tanda zaman yang mampu melihat celah-celah penyelamatan dan tentu saja kemudian juga diharapkan segera memanfaatkan celah-celah penyelamatan tersebut. Marilah kita tingkatkan ‘wait and see’ kita, dan tentu saja tidak berhenti dengan ‘see’/melihat, namun begitu melihat segera bertindak /act. Atau dapat dikatakan secara lain, yaitu marilah kita laksanakan dinamika : pengalaman -> refleksi -> tindakan -> pengalaman -> dst.. Dialog antara Musa dan Allah yang menanpakkan Diri hemat saya merupakan peristiwa refleksi, dan hal yang demikian itu juga dapat terjadi dalam diri kita, yaitu dalam refleksi pribadi yang benar dan mendalam. Refleksi adalah doa, maka berrefleksi yang benar bearti dalam doa, dalam suasana doa, di dalam Tuhan. Dengan kata lain bukan hanya secara intelektual melulu tetapi sampai ke rasa/’sense’. Pelatihan refelksi yang baik antara lain dapat kita lakukan dalam pemeriksaan batin dalam doa malam (doa harian), maka jika kita dapat melaksanakan pemeriksaan batin yang baik kita akan menjadi peka akan tanda-tanda zaman serta tergerak untuk semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan.

“Pujilah Tuhan hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap hatiku! Pujilah Tuhan hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih dan rahmat” (Mzm 103:1-4)

oleh Rm. I. Sumarya .SJ.

Sumber: Ekaristi.org

Rabu, 13 Juli 2011

Bangunkan hidup anda

BANGUNKAN HIDUP ANDA !
Oleh: Barbara Bartocci

... DAN HALUSKAN KERUTAN-KERUTAN DARI JIWA ANDA

Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya mulai mencari pekerjaan yang pertama, penasihat yang bijaksana mendorong, “Barbara, bersikaplah antusian! Antusiasme akan membawamu lebih jauh daripada pengalaman sebanyak apa pun.”

Memang benar. Orang yang antusias bisa mengubah keadaan yang menjemukan menjadi sebuah petualangan, kerja ekstra menjadi kesempatan dan orang asing menjadi sahabt.
“Tidak ada apa pun yang besar yang pernah dicapai tanpa antusiasme,” tulis Ralph Waldo Emerson. Antusiasme adalah tempat Anda bergantung kalau keadaan menjadi sulit. Antusiasme adalah suara batin yang berbisik, “Aku bisa melakukannya!” ketika orang-orang lain berseru, “Tidak, kau tidak bisa!”

Makan waktu bertahun-tahun bagi karya awal Barbara McClintock, seorang ahli genetika yang memenangkan hadiah Nobel 1983 dalam ilmu kedokteran, untuk diterima secara umum. Namun dia tidak menghentikan percobaannya. Kerja merupakan kesenangan yang begitu mendalam baginya sehingga dia tidak pernah berpikir untuk berhenti.
Kita semua dilahirkan dengan mata lebar oleh rasa takjub yang penuh antusiasme – sebagaimana yang diketahui oleh setiap orang yang pernah melihat kegembiraan seorang bayi mendengar gerincing kunci atau seekor kumbang yang lari di tanah.

Rasa takjub yang kekanak-kanakan seperti inilah yang memberikan kepada orang yang antusias air muka kemudaan, berapa pun umur mereka. Pada umur 90 tahun, pemain selo Pablo Casals memulai harinya dengan memainkan karya Bach. Sementara suara musik mengalun melalui jarinya, bahunya yang bungkuk melurus dan pancaran sukacita muncul kembali dalam matanya. Musik, bagi Casals, merupakan obat awet muda yang membuat kehidupan menjadi petualangan yang tidak ada habis-habisnya. Sebagaimana pengarang dan penyair Samuel Ullman pernah menulis, “Tahun-tahun mengerutkan kulit, tetapi melepaskan antusiasme mengerutkan jiwa.”

Bagaimana Anda menemukan kembali antusiasme dari masa kanak-kanak Anda? Jawabannya, saya yakin, terletak dalam kata itu sendiri. Kata antusiasme (enthusiasm) berasal dari bahasa Yunani yang berarti “Tuhan di dalam”. Dan Tuhan yang ada di dalam diri kita masing-masing tidak lain adalah rasa cinta – cinta diri yang sesungguhnya (dan penerimaan diri), dan dari situ dating cinta kepada sesame kita.

Orang yang antusias juga mencintai apa yang mereka lakukan, tanpa memperdulikan uang, gelar atau kekuasaan. Patricia McIlrath, pensiunan direktur Missouri Repertory Theatre di Kansas City, pernah ditanya dari mana dia mendapatkan antusiasme yang dimilikinya. Dia menjawab, “Ayah saya, seorang ahli hokum, lama berselang mengatakan kepada saya, ‘aku tidak pernah menghasilkan uang sepeserpun sampai aku berhenti bekerja untuk mencari uang.’”

Kalau kita tidak bisa melakukan apa yang kita cintai sebagai karier full-time, kita bisa melakukannya sebagai kerja sambilan: seperti kepala Negara yang melukis, suster yang lari marathon, eksekutif yang membuat perabotan.

Elizabeth Layton dari Wellsville, Kansas, berumur 68 tahun sebelum dia mulai menggambar. Kegiatan ini  menghhentikan gangguan tekanan jiwa yang merongrongnya paling tidak selama 30 tahun, dan mutu hasil karyanya menyebabkan seorang kritikus berkata, “Saya tergoda untuk menyebut Lyton seorang jenius.” Elizabeth telah menemukan kembali antusiasmenya.

Kita tidak sepantasnya menangisi “apa yang seharusnya terjadi.” Kita perlu mengubah air mata menjadi keringat sementara kita mengejar “apa yang bisa terjadi.”

Kita perlu menghayati hidup setiap saat dengan sepenuh hati, dengan semua indera kita – menemukan kesenangan dalam keharuman taman bunga di belakang rumah, lukisan krayon anak umur enam tahun, keindahan pelangi yang memukau. Itu merupakan cinta penuh antusiasme terhadap kehidupan yang membuat mata Anda bersinar-sinar, sikap gagah dalam langkah Anda dan menghaluskan kerutan kerutan dari jiwa Anda.

Sumber: Buku “Sukses dan Prestasi Volume VI”
<penerbit MITRA UTAMA>

Selasa, 12 Juli 2011

Engkau nyatakan kepada orang kecil

Rabu 13 Juli 2011
St Henry II.
Keluaran 3:1-6,9-12. Tuhan baik dan penyayang - Mzm 102 (103) :1-4, 6-7. Matius 11:25-27.
Link ke Bacaan

"Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”
Yesus baru saja mencela rakyat atas kurangnya perhatian dan kegagalan mereka untuk menerima pesan-Nya. Dia ingin menyatakan kemanusiaanNya sebagaimana Dia menghargai mereka yang telah menerima Dia. Ada keanggunan yang indah dalam pertukaran ini dengan Bapa-Nya.

Para 'anak kecil' adalah pengikut setia yang terbuka kepada Yesus dan firman-Nya. Kelas terdidik, yang begitu sering menentang Yesus, cenderung menggunakan pengetahuan mereka sebagai alat kekuasaan untuk menguasai orang-orang bawah. Sedangkan anak-anak menerima diri mereka sendiri apa adanya dan menerima dunia di sekitar mereka. Kita bisa belajar banyak dari anal-anak ini dalam cara mereka bertanya dan keingintahuan mereka serta keterbukaan mereka menerima ajaran.
Semoga hari ini, kita mampu untuk memasuki sifat kekanak-kanakan kita untuk menyambut Yesus ke dalam hati kita dan terbuka menerima ajaran-Nya.

Diterjemahkan oleh: fernando

HIDUP ADALAH PILIHAN

Life is a cohice…
Begitu kata sebagian orang.
Dan memang benar. Sejak akal kita mulai bisa kita pergunakan sendiri, kita telah dihadapkan dengan berbagai pilihan. Mulai dari memilih mainan waktu kita kecil, memilih tas yg ditawarkan papa di waktu ULTAH kita yg ke enam, memilih kursi di kelas petama awal masa sekolah, memilih baju, memilih buku, memilih pacar, memilih bimbel, memilih jurusan, memilih tempat kuliah, memilih tempat tongkrongan, memilih organisasi, memilih hewan peliharaan, memilih pembantu, memilih kepala desa, camat, memilih pressiden, bla..bla..bla.. and many more… banyak sekali. Saya berani bertaruh, bahwa tidak ada satu pun diantara kita yg bisa menghitung berapa kali dia dihadapkan dengan pilihan.
            Masalahnya, pilihan itu sering membuat kita uring-uringan. Ada kalanya pilihan itu sangat berat untuk dilepaskan salah satu. Sejak awal, saya sangat ingin mengabdikan diri seutuhnya untuk Tuhan (curhat ne ceritanya.. hehe..:red). Saya ingin berbuat banyak hal untuk sesama saya dan mengamalkan Kasih. Singkatnya, saya ingin melayani Tuhan seutuhnya. Jalan satu-satunya adalah menjadi seorang Biarawan. Persoalannya, Biarawan Katolik harus berani mengumandangkan Kaul Kesucian di sepanjang hidup mereka. Dengan kata lain, seorang biarawan tidak boleh menikah. Sementara, setiap kali saya melihat sebuah keluarga, saya selalu membayangkan bahwa suatu saat nanti saya bisa memiliki keluarga yg bisa saya sayangi dan lindungi. Pilihan yang berat bukan???
            Menentukan pilihan memang bukan suatu hal yang mudah. Sebisa mungkin, kita harus mengusahakan agar pilihan itu tidak merugikan kita suatu saat nanti, atau menjadi penyesalan yang mengganggu saat-saat menjelang tidur kita di malam hari.
            Bagi orang yg mau terbuka, memutuskan suatu pilihan akan menjadi lebih mudah daripada bagi mereka yg tak mau berbagi cerita dengan orang lain.  Tidak ada salahnya meminta pendapat orang tua, kakek, teman, pacar, guru, atau siapa pun orang yang kita percaya untuk membantu kita memberi saran atas pilihan yang hendak kita ambil. Saran dari mereka bisa menjadi bahan yang bisa kita olah dengan rancangan-rancangan di benak kita untuk menghasilkan sebuah keputusan.
            Untuk sebagian pilihan, (misalnya memilih gaya rambut, baju, pacar, ato hal laen) kita bisa meminjam kata bijak dari Mae West: when choosing between two, I always like to try the one I’ve never tried before. Kamu bakalan bisa menikmati kejutan-kejutan baru dari sesuatu hal yg tak pernah kamu alami sebelumnya.
            Intinya, saat memutuskan sebuah pilihan, jangan ragu untuk memencet nomor hape orang yang kamu percayai untuk meminta pendapat mereka tentang sesuatu yg terasa berat untuk kamu putuskan untuk dipilih. Selain itu, pikirkan juga apa keuntungan yg bakal kamu dapat dari pilihanmu. Dan jangan lupa, beranilah untuk memilih sesuatu yang baru..

            Selamat memilih..

 

KEKUATAN HATI YANG TERBUKA

Ketika saya masih gadis di rumah pendeta, orang datang berbondong-bondong membawa kesulitan, kegembiraan dan harapan mereka.
Pada suatu hari,dari tenggeran saya yang paling saya sukai yaitu di atas cabang pohon poplar, saya melihat seorang gadis berjalan lesu sepanjang trotoar. Dia memakai sepatu yang solnya sudah aus, merah oleh debu tanah liat yang terdapat di daerah kampung halaman saya Noova Scotia, lipsticnya terlalu merah untuk mukaya yang kelelahan. Saya menduga gadis ini pasti bekerja di pabrik pengalengan udang di antai Teluk sejauh lima mil, dan tentu saja dia berjalan sepanjang jarak yang sejauh itu. Gadis ini membunyikan lonceng dan tidak kelihatan lagi.
            Satu jam kemudian, dia keluar ke muka rumah bersama ibu saya. Suara gadis ini, yang terdengar bercampur tangis terdengar sampai ke telinga saya : “memang jaraknya jauh sekali. Tapi saya harus berbicara kepada orang yang bisa memahami, dan kau memahami. Saya akan berjalan lagi ke sini bila perlu.” Saya memikirkan keadaan orang yang sudah dewasa dan sesuatu yang sangat menyakitkan hati sehingga mendorong orang untuk berjalan sejauh lima mil supaya bisa membicarakannya.
            Para psikiater mengatakan kepada kita bahwa banyak orang yang bertindak sampau sedemikian jauh dan bahkan lebih dari itu hanya supaya bisa didengarkan kata-katanya dan dipahami. Kebanyakan dari kita hidup di atas pulau-pulau kecil yang saling terpisah dengan lainnya.kita ingin sekali membicarakan kesepian dan kesedihan kita, tetapi kita juga ingin membicarakan kegembiraan serta keajaiban-keajaiban dan penemuan. Sebagai anak-anak kita berlari-lari mendapatkan ibu kita untuk memperlihatkan seekor beludru yang baru ditangkap, atau sekuntumbunga kecil yang kita temukan di hutan. Seseorang harus ikut melihat; seseorang juga harus ikut merasa takjub sebagaimana kita merasa takjub. Sebagai seorang dewasa hati kita tergerak oleh sonata yang indah, dan kita mencari sesorang yang bisa sama-sama menikmati keindahan itu.
            Apa yang lebih menyenangkan daripada benar-benar bisa bicara dengan seseorang, benar-benar mengenal seseorang?  Jika dua orang benar-benar berbicara dengan bahasa lainnya, mereka mengeluarkan jiwa dari tempat persembunyiannya, dan kehidupan dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Komunikasi memang mata rantai yang mempersatukan kita dengan sesamam manusia. Ketika hal itu terjadi, itu seperti mukjizat karena jarang sekali terjadi. Mungkin anda masih ingat kisah seorang lanjut usia dari Vermont yang duduk lama sambil berdiam diri di serambi rumahnya bersama isterinya yang berumur 50 tahun, kemudian tiba-tiba tercerus kata-kata dari mulutnya, “Kadang-kadang, kalau kupikkirkan betapa kau sangat berarti bagiku selama berthun-tahun ini, yang bisa kulakukan hanya menahan diri untuk tidak mengatakannya kepadamu.”
            Dalam diri kita semua ada pengalaman hidup yang terkurung di dalam batin dan hampir-hampir tidak dikenal bahkan oleh diri kita sendiri – hampir-hampir tidak dikenal karena jika kita tidak bisa mengatakan apa yang kta rasakan, kita sendiri tidak dapat memahaminya, apalagi menjelaskannya kepada orang lain. Dengan cara yang sangat nyata, kita adalah apa yang bida kita katakan. “Kita menjadi sadar sepenuhnya,” kata psikiater Paul Tournier, “hanya mengenai apa yang bisa kita nyatakan kepada orang lain.”
            Sebaliknya, jika kita dapat menemukan kata-kata untuk apa yang menyulitkan kita, jka kita bisa menyampaikan kemarahan dan cinta kita kepada orang lain, betapa ketegangan kita akan mengendur! Agaknya merupakan hukum kehidupan bahwa hati manusia hanya bisa menampung hal-hal yang terbatas tanpa suatu cara untuk melepaskannya,. Pikiran kitam perasaan kita, tidak akan selamanya bisa menanggung hal-hal yang tidak dinyatakan; dan pelepas ketegangan yang paling baik adalah saluran yang dibuat di dalam struktur kehidupan kita, aliran terus-menerus pikiran dan perasaan kita ke dunia di sekeliling kita.
            “saya meledak begitu saja,” kata tetangga saya yang biasanya menahan diri pada suatu hari. “ saya merasa seakan-akan saya tidak boleh mengatakn apapun tentang hal ini kepada John,  dan berkembanglah kekesalan  yang sesungguhnya antara kami. Sekarang kami berdua merasa jauh lebih baik.”
            Mungkin tidak pernah lebih sulit daripada di zaman sekarang untuk berbicara dari hati ke hati, walaupun demikian kita justru lebih memerlukannya daripada sebelumnya. Di dunia yang keberadaannya sangat menyedihkan seoerti sekarang ini, tempat kita harus bicara melintasi tembok penghalang ras dan kebangsaaan, kita memerlukan komunikasi untuk memahami orang-orang asing yang selalu harus kita hadapi; kita memerlukannya karena kita saling bertikai dengan orang lain sedemikian ruppa, dan rasa kebencian kita sangat merugikan. Sungguh, kesepian menusia modern begitu mengerikan hanya karena dia hidup di tengah-tengah banyak orang lainnya.
            Mengapa begitu sulit bagi kita untuk berkomunikasi? Pertama, karena kita tidak sama. Kalau saya menyebutkan politik, agama atau sex kepada orang lain, kata-kata yang tidak mengandung arti yang sama baginya seperti bagi sayam sebab masa kanak-kanaknya, lingkungan tempat tinggalnya, leluhurnya dan kepercayaannya berbeda dengan saya. Demikian pula, suami dan istri tidak bisa bicara dengan bahasa yang sama karena mereka dipisahkan oleh tahun-tahun yang mereka jalani – mungkin ketika kecil si suami hidup di perladangan Iowa sedangkan si isteri sebagai gadis tinggal di Brooklyn, terutama kita berbeda dalam hal pencerapan (persepsi) dan kesadarang, pada kedalaman batin yang timbul dari diri kita, dari apa yang kita hayati. Merupakan kebenaran bahwa orang tidak dapat berpikir melampaui seluruh pengalaman hidupnya, walaupun mereka ingin sekali melakukannya. Kita tidak bisa mendengar apa yang belum pernah diterima oleh pengalaman kita.
            Juga sulit sekali bagi kita untuk berkomunikasi, sebab kita berusaha membuat percakapan kita mengahasilkan sesuatu bagi kita, sesuatu yang sedikit sekali hubunbgannya dengan komunikasi. Kita berpura-pura bahwa kita menggunakan kata-kata untuk membangun jembatan antara diri kita dan orang lain; sesungguhnya, kita mencoba mendorong orang lain ke suatu tempat yang tidak diinginkannya , atau membuat ego kita penting. Bukankan kita tidak sabar menunggu orang lain berhenti bicara supaya kita bisa mengemukakan pendapat kita sendiri? Kita sebenarnya ingin mendengar; kita ingin mendapat kkesempatan untuk bicara.
            Kita juga tetap terpisah, sebab kita bersembunyi dari satu dengan lainnya. Kita bersembunyi karena kita bersikap memberla diri – defensif – dan takut. Kita takut jangan-jangan hati kita tersinggung, kepekaan kita terungkap. Apa yang akan dipikirkan orang lain tentang diri kita? Bagaimana kalau kita membocorkan cacat batin kita sendiri? Bagaimana kalau diri kita ditolak?
            Dengan demikian, maka kita hampir membuat seluk beluk citra yang kita kirimkan dan citra orang lain yang kita terima. Kita adalah bankir atau dokter, atau ibu rumah tangga atau guru, atau pemuda yang sedang mekar-mekanya, atau orang lanjut usia yang sudah loyo. Kita menyembunyikan diri kita di belakang wajah yang dikenal oleh publik ini, sementara eksistenti kita yang sesungguhnya tersembunyi di balik apa yang kita katakan dan kita lakukan. Dan, sebaliknya, kita juga berbucara kepada pribadi sebagaimana kita melihatnya, bukan pribadi yang sesungguhnya.
            Belum lama berselang, saya membicarakan masalah ini dengan Dr. leon Saul, seorang profesor psikiatri di Universitas Pennsylvania. Sementara kami berjalan ke ruangan kantornya, seorang perawat bayi lewat di balai besar mendorong kereta yang berisi cucunya yang baru berumur empat bulan. Saya tersenyum kepada si bayi, dan seketika perawatnya tersenyum kepada saya. ‘Ketahuilah,” kata Dr. Saul, “yang diketahuninya hanya cinta. Dia tidak punya alasan untuk merasa takut kepada orang yang tidak dikenalnya.” Tetapi demikian halnya dengan kebanyakan orang dewasa. Dr. Saul mengingatkan kepada saya bahwa orang dewasa punya banyak alasan untuk merasa takut. Barangkali selain mengenal cinta mereka juga telah mengenal penolakan. Mereka berdiam diri untuk melindungi dirinya, jangan-jangan hati mereka disakiti lagi.
            Sedikit sekali di antara kita yang tidak membangun perlindungan kecil denga kata-kata atau dengan kebisuan kita. Kita bisa bersembunyi di balik percakan kecil, di belakang basa-basi; di belakang istilah pengetahuan dan profesi kita; di belakang lelucon dan kegembiraan palsu ketika kita sedih; di belakang ketidakacuhan ketika kita sebenarnya merasa tertarik; atau kebencian palsu ketika kita sebenarnya mendambakan cinta.
            Dan betapa defenisif sikap kita ketika kita medengarkan! Seorang isteri kebetulan mengatakan bahwa dia kelelahan karena membersihkan rumah; suaminya menerima perkataan si isteri sebagai sindiran karena dia tidak cukup membantunya. Seorang suami memuji mwakan ibunya; isteri merasa bahwa si suai ingin sekali dia pandai memasak seperti ibunya. Tidak ada lagi yang lebih mengahalangi komunikasi daripada rasa takut dan sikap defensif.
            Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya>\? Kita bisa berusaha menjadi tipe individu yang tidak ditakuti orang untuk diaja bicara. Dan kita bisa memilih untuk membuat kita terkenal sebagai orang yang mendobrak penghalang yang memisahkan diri kita dari orang-rang di sekeliling kita.
            Tembok penghalang ini sebenarnya mudah sekali diruntukkan. Kita bisa mulai hanya dengan menjadi pendengar yang baik. Kedua, kita bisa berusaha memperluas jangkauan perhatian kita, sebab kita tidak bisa bicara kalau sedkit sekalai atau tidak ada yang bisa kita katakan. Para isteri kerap kali mengeluh bahwa suami mereka,ketik pulang ke rumah di waktu malam, tidak mau medengarkan obrolan tentang keadaan rumah pada siang harinya. Tetapi apakah orbrolan seperti itu sealalu ada gunanya didengarkan? Ketiga, kita bisa memperluas lingkungan orang-orang yang kita ajak berkomunikasi. Sungguh kecil dunia kalau hanya sedikit orang yang kita kenal. Salah satu cara untuk belajar berkomunikasi lebih baik adalah lebih sering berbicara dengan berbagai jenis orang.
            Di atas segala-galanya, kita harus mengatakan apa yang kita maksudkan. Pada zaman sekarang begitu banyak ditulis orang tentang bagaimana kita tidak boleh berbicara tentang diri kita sendiri. Tetapi jika kita dengan jujur salung membuka hati antara satu dengan yang lainnya, tanpa tujuan lain kecuali supaya bisa memahami dan dipahami, betapa segala-galanya akan dirubah! “Jangan biarkan siapapun menuliskan skenario Anda,” kata Dr. Abraham Maslow, profesor psikologi dari Universitas Brandeis. “Jadilah diri anda sendiri. Bersikaplah jujur . bersikaplah terus terang.”
            Komunikasi yang sesungguhnya dimulai ketika kita bukan hanya menerima orang lain, tetapi juga menerimanya dengan rasa gembira – walaupun dia mempunyai banyak kesalahan dan kelemahan. Pada saat-saat seperti itu, kehidupan dalam keadaan yang paling baik bagi kita semua. Kita telah memberikan sedikit sumbangan kepada dunia tempat orang memerlukan, lebih dari sebelumnya, karunia bisa berbicara antara yang satu dengan lainnya dalam rasa percaya dan pengertian.

_Salam_
Oleh: Ardis Whitman

Senin, 11 Juli 2011

12 Juli

“Yesus mulai mengecam kota-kota yang yang tidak bertobat”

(Kel 2:1-15; Mat 11:20-24)

“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu." (Mat 11:20-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Pergaulan seks bebas dan narkoba telah menjangkiti hidup orang-orang kota; dampak dari hal itu antara lain semakin maraknya aneka bentuk kejahatan. Hukuman untuk itu antara lain orang-orang kota sering merasa tidak aman dan nyaman alias senantiasa dalam kekawatiran, ketakutan atau ancaman. Dampak lebih lanjut adalah orang cenderung ‘mengurung diri’ demi keamanan semu. Sabda hari ini memang secara khusus terarah kepada orang-orang atau warga kota, lebih-lebih kota-kota besar atau metropolitan. Kami berharap kepada warga kota-kota besar untuk memperdalam dan memperkuat kebersamaan hidup yang damai dan tenteram lahir dan batin dalam tingkat rukun tetangga/RT, yang pada hemat kami cukup saling mengenal. Usahakan dan jagalah agar tiada orang jahat di dalam lingkungan rukun tetangga. Kebersamaan warga dalam rukun tetangga merupakan benteng kuat untuk menangkal dan memberantas aneka kejahatan. Sebagai contoh di Jakarta pernah terjadi kebersamaan warta RT untuk mengusir klinik aborsi dan sarang narkoba serta tawuran para remaja/anak-anak sekolah. Maka hendaknya sering diselenggarakan perjumpaan antar seluruh anggota warga rukun tetangga dalam berbagai kesempatan. Secara khusus kami juga mengingatkan dan mengajak para pengelola dan penyelenggara sekolah-sekolah yang berada di kota-kota besar untuk lebih mengutamakan pendidikan nilai dan budi pekerti kepada para peserta didik, alias mengusahakan agar para peserta didik lebih tumbuh berkembang menjadi pribadi baik dan berbudi pekerti luhur daripada unggul dalam nilai mata pelajaran. Itu semua saya angkat demi keselamatan kota-kota anda dari kehencuran.

· “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu” (Kel 2:9), demikian kata puteri Firaun kepada kakak sang bayi, yang kemudian diberi nama Musa. Apa yang dilakukan oleh puteri Firaun merupakan titik awal penyelamatan bangsa terpilih, karena sang bayi yang tidak lain adalah Musa kelak akan memimpin bangsanya kembali dari Mesir menuju tanah terjanji. Kami percaya di kota-kota besar juga ada pribadi-pribadi seperti puteri Firaun tersebut, dan memang pada umumnya rekan-rekan perempuan yang memiliki rahim juga lebih memiliki kerahiman atau belas kasih daripada rekan-rekan laki-laki. “Sorga ada di telapak kaki ibu”, demikian kata pepatah. Telapak kaki puteri Firaun yang berjalan menelusuri sungai telah membuka jalan menuju sorga atau keselamatan bangsa. Memang ibu atau perempuan dapat mendua, yaitu menjadi perusak atau pembangun, merayu untuk berdosa atau merayu untuk berbuat baik. Beberapa ibu atau perempuan di kota-kota besar memang menjadi perayu atau perangsang bagi laki-laki/suaminya untuk berbuat jahat atau berdosa, misalnya korupsi. Kami berharap kepada rekan-rekan perempuan untuk menjadi perayu bagi rekan-rekan laki-laki untuk berbuat baik, melakukan apa yang baik, benar dan menyelamatkan, terutama keselamatan jiwa manusia. Maka hendaknya meneladan Bunda Maria, teladan umat beriman, yang dari rahimnya lahir Penyelamat Dunia. Semoga rekan-rekan perempuan demikian adanya, artinya cara cara bertindak dan cara hidupnya lahirlah apa yang menyelamatkan dan membahagiakan umat manusia, terutama keselamatan jiwa. Semoga para perempuan-perempuan penghibur di kota-kota besar bertobat; hendaknya rekan-rekan perempuan menghadirkan diri sedemikian rupa alias sopan, sehingga tidak merangsang laki-laki untuk berbuat jahat. Jauhkan cara hidup dan cara bertindak atau menghadirkan diri yang merangsang orang lain untuk berbuat dosa

“Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik daripada sapi jantan, daripada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah. Lihatlah orang-orang yang rendah hati dan bersukacitalah, kamu yang mencari Allah biarlah hatimu hidup kembali” (Mzm 69:30-31)

Ign 12 Juli 2011.

I. Sumarya. SJ. 

Sumber:
Ekaristi.org

SUKSES ADALAH PILIHAN

Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan / tidak menggairahkan.

Filosofi "Hidup Mengalir Seperti Air" bisa membuat orang terlena dan menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda, sayang sekali hidup kita yang berharga ini kalo dibiarkan mengalir seperti air yang bisa jadi air tersebut akan mengalir ke got !! Karena hidup kita ini berharga maka kita sendiri-lah yang harus mengatur kemana air kehidupan kita akan mengalir ;)

Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi "penonton" dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa tujuan / misi!, Anda harus mempunyai misi hidup di dunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan!!

Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan / kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal!

Simak "Prestasi Kegagalan" seseorang dan bandingkan dengan diri Anda :
- Gagal dalam bisnis / bangkrut, thn 1831
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, thn 1832
- Bisnis kembali bangkrut, thn 1834
- Tunangan meninggal dunia, thn 1835
- Nervous breakdown, thn 1836
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, thn 1838
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, thn 1843
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, thn 1848
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, thn 1855
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, thn 1856
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, thn 1858 -1860,

Namun Abraham Lincoln akhirnya berhasil Menjadi Presiden USA !!,
You cannot fail... Unless you Quit!!

Anda bayangkan selama lebih dari 25 tahun, Abraham Lincoln adalah seorang "juara gagal". Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal alias pecundang!. Ingatlah bahwa "Winners never quit, Quitters never win !!"


Dalil untuk mencapai kesuksesan adalah :

1. Anda HARUS berani menjadi sedikit "GILA" - berani bermimpi dalam hal yang positif.

Abraham lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan kali dalam uji coba lampu pijar, colombus yang mengatakan dunia ini bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar, Wight bersaudara yang ingin agar manusia bisa terbang, JF Kennedy yang ingin manusia bisa ke bulan dll adalah contoh-contoh manusia yang agak "gila" dan karena keuletannya yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Jadi terkadang Anda harus berani melakukan hal-hal yang berbeda dimana orang biasa tidak mau atau tidak berani melakukannya.

Seperti yang dikatakan oleh President Calvin Coolidge "nothing in the world can take the place of persistence, talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelects. Persistence and determinatiion alone are omnipotent"

Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakat pun tidak sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat . Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijazahnya geripis dimakan jamur dan waktu. Kegigihan, keuletan dan tekat yang membara untuk mencapai tujuan hidup Anda inilah yang akan mendobrak rintangan yang Anda hadapi. Jadi jika kekalahan demi kekalahan berusaha menjegal dan menjatuhkan Anda dan kesuksesan nampaknya makin mustahil maka ingatlah pernyataan diatas, bahwa "tidak ada yang bisa menggantikan kegigihan dan keuletan Anda!"


2. Kendalikan Pikiran Anda Pikiran adalah kekuatan luar biasa yang harus Anda bisa kendalikan (ingat : Aku adalah pikiran-ku). Galileo bahkan pernah mengatakan "hati-hati dengan pikiran Anda". Apa yang harus kita kendalikan? pikiran negatif adalah hal yang harus bisa Anda kendalikan. Pikiran negatif memang tidak bisa kita tolak masuk ke pikiran kita, namun Anda harus melawannya dengan lebih banyak memasukan pikiran yang positif.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan !! Jika Anda pikir akan gagal, maka sebenarnya adalah Anda sudah gagal. Untuk itu sukses selalu dimulai dari pikiran Anda!. Anda harus memiliki sikap "can do attitude" yakni "aku bisa melakukan hal itu". Banyak orang yang belum apa-apa sudah mengatakan "aku tidak bisa". Memang nantinya Anda akan diuji oleh kekalahan / kegagalan tapi Anda jangan berhenti, tetap jaga pikiran Anda secara positif bahwa setelah malam yang paling gelap, fajar akan segera menyingsing, disana telah menunggu istana emas, Anda cukup hanya melewati kegagalan-kegagalan saja. Ketika tiap kali hati kecil kita gundah karena belum melihat suatu hal menjadi lebih baik maka Anda harus ingatkan kepada pikiran Anda "I refuse to give up, i shall continue firmly, steadily, and persistently until my good appears!"

Ingatkan diri Anda secara terus menerus bahwa sukses bukan hanya milik orang yang brilian, berbakat, penuh keberuntungan dll tapi sukses luar biasa adalah milik orang yang persisten (pantang menyerah), yang terus berusaha mencari cara lebih baik dalam menemukan formula kemenangan meski berton-ton rintangan menghalangi Anda. Untuk menemukan emas, Anda harus menggali berton-ton tanah lumpur. Jangan pikirkan tanah lumpurnya tapi fokuslah pada emasnya !!

"Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat merubah hidup kita dengan merubah pola pikir kita" (William James)


3. Selesaikan apa yang telah Anda mulai. Ya! Anda harus menyelesaikan apa yang telah Anda mulai rencanakan sebelumnya, jangan berhenti sebelum Anda menyelesaikannya. Fokuslah sampai tujuan Anda tercapai. Sukses dan gagal memiliki perbedaan yang tipis. Tidak ada orang yang gagal didunia ini, yang ada hanyalah orang cepat menyerah. Jika saja Thomas Alfa Edison berhenti pada percobaan yang ke 900 mungkin namanya tidak akan melegenda hingga saat ini.

Jangan repotkan pikiran Anda dengan kegagalan masa lalu apalagi sampai membuat Anda trauma. Ubah rasa tramatik Anda, ubah kegagalan Anda menjadi energi positif untuk memperbaiki diri. Ubah energi kekalahan menjadi kekuatan baru dimana Anda akan melakukan upaya yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.

Jangan pernah menyesali diri ataupun iri hati karena Anda tidak terlahir dalam keluarga kaya, tidak dapat harta warisan berlimpah, tidak dapat suami / istri kaya, tidak dikaruniai bakat, keberuntungan dll. Untuk sukses Anda hanya perlu memiliki tujuan yang jelas, persistensi dan determinasi yang keras untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup ini keras dan Anda juga harus keras agar hidup ini melunak kepada Anda.

Selamat berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik.

sumber: http://www.gsn-soeki.com

BIARKAN TUHAN MENILAIMU

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi,tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.

Mother Theresa.

Sumber : Forum Bebas

PELIHARA MIMPI ANDA!!!

Sebelum sebatang pohon dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke dalam tanah, demi memperoleh zat gizi. Sama dengan mimpi anda. Bila anda ingin impian berubah menjadi kenyataan, anda harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi anda.
Sangat tidak realistis untuk berharap bahwa anda dapat mencapai bintang, tanpa terlebih dahulu menanam akar dalam tanah padat. Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras.
Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitment, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang.
Mimpi dan tujuan anda memerlukan pemeliharaan. Tanamkan akar mimpi
anda sedalam dan selebar mungkin – hingga tidak ada batas setinggi
tas apa anda akan jangkau…

Mengasihi Tuhan dan Sesama

Jika kita tidak bisa mengasihi orang yang kita bisa lihat, bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan, yang tidak bisa kita lihat?

If we cannot love the person whom we see, how can we love God, whom we cannot see?

Mother Teresa

Minggu, 10 Juli 2011

MAHATMA GANDHI

Mohandas Karamchand Gandhi (lahir di Porbandar, Gujarat, India, 2 Oktober 1869 – meninggal di New Delhi, India, 30 januari 1948 pada umur 78 tahun) (aksara Devanagari : मोहनदास करमचन्द गांधी) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa sansekerta : "jiwa agung") adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.
Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.
Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.

Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan aprhateid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King. Jr. dan Nelson mandela.. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).
Pada 30 januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.

Gandhi tidak pernah menerima Penghargaan Perdamaian Nobel, meski dia dinominasikan lima kali antara 1937 dan 1948. Beberapa dekade kemudian, hal ini disesali secara umum oleh pihak Komite Nobel. Ketika Dalai Lama dianugerahi Penghargaan Nobel pada 1989, ketua umum Komite mengatakan bahwa ini merupakan "sebuah bentuk mengenang Mahatma Gandhi".
Museum elektronik Nobel mempunyai artikel mengenai hal tersebut.
Sepanjang hidupnya, aktivitas Gandhi telah menarik berbagai komentar dan opini. Misalnya, sebagai penduduk Kerajaan Britania, Winston Churchchill pernah berkata "Menyedihkan...melihat Mr. Gandhi, seorang pengacara Kuil Tengah yang menghasut, sekarang tampil sebagai seorang fakir yang tipenya umum di Timur, menaiki tangga Istana Viceregal dengan badan setengah-telanjang." Begitu juga dengan Albert Einstein yang berkomentar berikut mengenai Gandhi: "(Mungkin) para generasi berikut akan sulit mempercayai bahwa ada orang seperti ini yang pernah hidup di dunia ini."
Karya Mahatma Gandhi tidak terlupakan oleh generasi berikutnya. Cucunya, Arun Gandhi dan Rajmohan gandhi dan bahkan anak cucunya, Tushar Gandhi adalah aktivis-aktivis sosio-politik yang terlibat dalam mempromosikan non-kekerasan di seluruh dunia.

sumber: wikipedia bahasa Indonesia

Renungan 11 Juli 2011

“Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga”

(Ef 5:8-20; Mat 19:23-30)

“ Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu,sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu menjadi yang terakhir dan yang terakhir menjadi yang terdahulu ” (Mat 19:23-30) , demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Benediktus, Abas, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Orang kaya sekaligus pengusaha pada umumnya sibuk mengurusi pekerjaannya, yang mendominir isi otak dan hatinya adalah pekerjaan, usaha beserta produksinya serta uang sebagai penunjang usaha. Ia sering bepergian ke luar kota atau luar negeri, sarat dengan rapat-rapat, dst.., dengan kata lain boleh dikatakan kurang memberi waktu dan tenaga untuk hidup rohani. Memang ia terhormat dan disanjung-sanjung dalam kehidupan bermasyarakat, sementara itu orang miskin akan semakin terpinggir dan kurang diperhatikan. St.Benediktus yang kita kenangkan hari ini telah memiskinkan dirinya, mengikuti Yesus atau melaksanakan sabdaNya “Setiap orang yang karena namaKu meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal”. Sabda Yesus ini kiranya tidak hanya bagi Benediktus beserta para pengikutnya, melainkan bagi kita semua yang beriman kepadaNya, maka marilah kita renungkan dan hayati. Sabda ini bagi kita semua antara lain berarti menghayati dan memfungsikan aneka macam harta benda atau kekayaan duniawi sebagai sarana; sarana untuk semakin beriman atau semakin suci, semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi. Dengan menghayati hal itu maka kita akan menerimanya berlipat ganda dari apa yang telah kita berikan kepada orang lain. Sabda Yesus di atas juga merupakan ajakan bagi kita semua untuk menghayati salah satu cirikhas hidup menggereja atau beriman kepada Yesus, yaitu “preferential option for/with the poor’ (=keberpihakan kepada/bersama yang miskin dan berkekurangan). Sabda di atas semoga juga menyentuh anak-anak atau generasi muda untuk menanggapi panggilan khusus sebagai imam, bruder atau suster.

· “Hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran” (Ef 5:8-9), demikian kutipan pesan Paulus kepada umat di Efesus. Hidup sebagai anak terang berarti hidup baik, suci dan berbudi pekerti luhur, sehingga cara hidup dan cara bertindaknya dimanapun dan kapanpun berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Sejauh maka kita sebagai orang beriman cara hidup dan cara bertindak kita berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran? Apa yang disebut baik, adil dan benar hemat saya berlaku sccara universal, kapan saja dan dimana saja, tiada batas ruang dan waktu, bahasa atau suku, dst… , sebagaimana Tuhan yang berkarya kapan saja dan dimana saja. Kita dipanggil untuk saling menerangi artinya kehadiran kita membuat orang lain semakin terang, kebersamaan hidup semakin enak dan nikmat serta menyelamatkan. Kami percaya para bapak-ibu atau suami-isteri memiliki pengalaman hidup dalam terang ini, saling berbuat baik, adil dan benar sebagai suami-isteri, maka hendaknya apa yang telah dialami tersebut diwariskan kepada anak-anak yang dianugerahkan oleh Tuhan. Saya percaya seluruh anggota keluarga pada umumnya juga saling berbuat baik, adil dan benar, maka hendaknya apa yang telah dialami di dalam keluarga kemudian diperkembangkan dan diperdalam dalam kehidupan bersama yang lebih luas, dalam tempat kerja atau tempat belajar. Biarlah kebaikan, keadilan dan kebenaran terus menerus berlipat ganda, sehingga dambaan seluruh umat manusia akan perdamaian sejati segera menjadi nyata.

“Ia menyediakan pertolongan bagi orang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak tercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara orang-orangnya yang setia” (Ams 2:7-8)

Ign 11 Juli 2011


oleh Rm. I. Sumarya .SJ.

ANDRIE WONGSO

Andrie Wongso adalah salah satu Motivator terbaik di Indonesia. Andrie lahir di Malang, 6 Desember 1954, ia terlahir sebagai anak dari penjual kue yang tidak pernah tamat SD akibat gejolak Gestapu tahun 1965 ini, ia terpaksa harus berjualan kue di pasar membantu ibunya untuk menyambung hidup mereka. Dengan menjalani proses hidup yang sulit andrie tetap berusaha. Dan tahun 1976 ia berangkat ke Jakarta dengan modal nekat mencoba mencari pekerjaan. Disinilah awal andrie mencoba mencari jati dirinya.

Di Jakarta ia berkerja sebagai seorang salesman sebuah pabrik sabun. Dan di malam hari ia mencari tambahan uang dengan melatih kung fu. Andri yang merasa mampu dengan kemampuannya tersebut mencoba mengirim Lamaran ke perusahaan film Hong Kong untuk bermain di dalam film. Alhasil lamarannya tersebut pun diterima oleh perusahaan film Hong Kong dan Ia sempat tiga tahun mengadu nasib dan membintangi film “Kung Fu Executioner” dan “Fistful of Talon”, serta satu film nasional “Surga di Telapak Kaki Ibu”. Andrie merasa tidak puas dengan yang didapatnya sekarang karena walau bagaimana pun ia tidak pernah medapatkan peran utama dalam suatu film.

Merasa tidak puas andrie memulai usaha yang dijalaninya sendiri yaitu dengan berjualan kartu kata-kata mutiara Harvest tahun 1985, lalu ia mendirikan MLM Forever Young, Action & Wisdom Motivation Training, serta memiliki perusahaan hologram dan software. Selalu memiliki spirit untuk berbagi pengalaman dan visinya yang jauh ke depan Andrie menjadi seorang motivator yang handal di tanah air, semakin lama Andrie tergerak untuk bergabung di Pembelajar.Com sebagai kolumnis guna membangkitkan sikap mentalitas sukses kepada sebanyak mungkin orang. Begitu banyak hal ingin disampaikannya kepada khalayak. Salah satunya dalam bentuk tulisan. Buku pertamanya telah beredar dengan judul “15 Wisdom & Success – Classical Motivation Stories” yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (April 2005). Dan buku tersebut langsung cetak ulang dalam hitungan minggu.

Andrie sudah banyak diundang untuk menjadi pembicara dan berbagi rahasia kesuksesannya diberbagai seminar. Dengan semangatnya motivator ini membangkitkan motivasi setiap orang untuk tidak berhenti berusaha. Andrie wongso yakin dengan modal semangat dan mental yang kuat setiap orang dapat mencapai cita-citanya asalkan dijalankan dengan penuh keyakinan, terbukti dari Andrie yang hanya seorang dengan pendidikan tidak sampai lulus SD ini dapat meraih kesuksesan.

Makan Siang Bersama Tuhan

Suatu saat seorang anak laki-laki kecil ingin sekali bertemu dengan Tuhan. Dia tahu itu adalah perjalanan yang panjang untuk bisa pergi ke rumah Tuhan, jadi dia berkemas memasukkan ke dalam tasnya kue dan enam kaleng minuman ringan, kemudian dia memulai perjalanannya.
Ketika dia sudah berjalan sekitar tiga blok, dia bertemu dengan seorang wanita tua. Wanita tua itu duduk di taman sambil menatap beberapa merpati di sana. Anak laki-laki kemudian duduk disampingnya dan membuka tasnya. Dia hendak mengambil minuman ringan untuk minum, ketika melirik ke arah wanita itu, dia melihat wanita itu terlihat lapar jadi anak itu menawarkan kuenya. Wanita itu sangat berterima kasih dan tersenyum padanya. Senyumannya sangat cantik sehingga anak itu ingin melihatnya lagi, jadi ia menawarkan minuman ringan kepadanya. Sekali lagi ia tersenyum dan anak itu sangat senang. Mereka duduk di taman itu sepanjang siang, makan dan tersenyum, tapi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Saat hari mulai gelap, anak itu menyadari betapa lelah dirinya dan ia bangkit untuk pulang, tapi baru beberapa langkah ia berbalik dan lari kembali kepada wanita tua itu serta memeluknya. Wanita itu memberinya sebuah senyum terbesar yang pernah ada. Ketika anak laki-laki itu sampai di rumah, ibunya terkejut dengan sukacita yang terpancar dari wajah anak itu.
Ibunya bertanya, “Apa yang kamu lakukan hari ini sehingga membuat kamu begitu senang?”
Dia menjawab, “Saya makan siang dengan Tuhan.” Dan sebelum ibunya bertanya lagi, dia menambahkan, “Ibu tahun? Dia punya senyuman terindah dari semua yang pernah saya lihat.”
Sementara itu, wanita tua itu juga terkena dampak sukacita dari anak tersebut, ketika dia pulang ke rumahnya anaknya terkejut melihat kedamaian dan sukacita yang terpancar diwajahnya.
“Ibu,  apa yang kamu lakukan hari ini yang membuatmu begitu bahagia?”
Jawabnya, “Saya makan kue di taman bersama Tuhan.” Tetapi sebelum anaknya merespon atas pernyataannya tersebut ia menambahkan, “Kamu tahu, dia jauh lebih muda dari yang saya harapkan.”
Seringkali kita telalu menganggap remeh kuasa sentuhan, senyuman, ucapan manis, kesediaan untuk mendengar, pujian yang tulus atau tindakan-tindakan kecil yang penuh perhatian yang berpotensi untuk mengubah kehidupan orang lain. Setiap orang yang masuk dalam kehidupan kita memiliki alasan khusus, dan seringkali Tuhan yang mengirimkan mereka untuk Anda sentuh dengan kasih-Nya. Ijinkan diri Anda menjadi saluran kasih Tuhan itu.

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! ~ Filipi 4:5

Sumber : Inspirationalarchive.com

10 Juli/Yes.55:10-11;Mat.13:1-23)



Teks Kitab Suci
1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Renungan oleh Romo Yosef Aris, MSF

Ketika ditanya tentang modal dalam hidup, kita dapat menjawab macam-macam. Misalnya, modalku hanya nekat. Atau aku memuali usaha ini sungguh dari nol. Atau bahkan akan menjawab, aku tidak punya modal apapun untuk usaha. Itulah sebagian jawaban yang mungkin muncul. Padahal jika menilik ke dalam diri, sebenarnya ada banyak kemampuan dan kelebihan yang kita miliki, dan telah dianugerahkan oleh Allah. Cuma, kesadaran dan rasa syukur yang kurang muncul, sehingga kurang menggerakkan diri kita untuk berani berusaha lebih dalam hidup ini (atau mengembangkannya). Diri kita ibaratkan ladang yang siap untuk ditanami (Mat 13:8). Kesadaran akan diri sebagai ladang yang subur harus kita kembangkan, karena kita ini ciptaan Allah yang penuh kasih. Pertanyaannya, mengapa benih-benih baik kadang tidak tumbuh berkembang dalam diri kita?
Kita kurang mengerti (Mat 13:13). Mengerti berkaitan dengan mendengarkan. Maka sikap hidup yang harus kita miliki adalah membuka diri akan kebaikan Allah yang terus menerus mengalir tanpa henti. Mengerti berarti sikap mau menangkap, dan melaksanakan sesuatu yang baru saja didengar. Dengan sikap mengerti, kita akan mampu pula untuk menghindari bahaya, mengurangi kekerasan hati, mengusir kedengkian dan kebencian. Sehingga dengan demikian, iman kita pun makin bertumbuhkembang dan menghasilkan buah melimpah. Persaudaraan dengan sesama makin hidup, hidup sosial makin berkembang, kesatuan umat dan kerukunan makin terpancar. Kita mengerti firman Tuhan, berarti kita menerima Yesus, percaya kepadaNya, dan hidup makin menyerupai Dia.

sumber: http://www.biblikaindonesia.org

Janganlah Engkau Pernah Mengira Bahwa Hatimu Rapuh

Janganlah Engkau Pernah Mengira Bahwa Hatimu Rapuh

Hatimu tidak rapuh, hatimu sangat kuat, dan sesungguhnya hatimu adalah sumber dari segala kekuatanmu.

Jika engkau merasa bahwa hatimu rapuh, itu hanya

KETIKA UANG (TIDAK) MENJADI SEGALANYA



Oleh: Paulus Winarto *

Mereka yang menganggap uang adalah segalanya seharusnya belajar dari kenyataan bahwa banyak orang kaya dan terkenal yang mati dengan cara bunuh diri atau keluarganya berantakan.
-          Paulus Winarto
Uang bukan segalanya namun segalanya butuh uang. Pernyataan itu disampaikan seorang sahabat kepada saya beberapa tahun silam. Sebuah pernyataan yang singkat namun tegas. Namun, benarkah segalanya butuh uang? Perkenankanlah saya mengajukan pertanyaan tersebut kepada Anda. Apakah Anda setuju uang bukan segalanya namun segalanya butuh uang? Jika ya, sebutkan alasannya. Jika tidak, mohon sebutkan juga alasannya.
Fakta menunjukkan bahwa begitu banyak masalah hidup yang jika ditelusuri bisa saja berakar pada masalah kurangnya uang. Mulai dari anak putus sekolah, sakit yang tidak kunjung sembuh-sembuh lantaran tidak memiliki biaya berobat hingga perceraian rumah tangga karena krisis keuangan yang tidak berujung. Tidak heran jika ada yang mengatakan, “Cinta memang diperlukan dalam membangun sebuah rumah tangga namun apakah cinta saja bisa memberi makan istri dan anak-anak?”
Oh, jangan salah sangka dulu. Saya bukan hendak mengatakan uang adalah hal terpenting dalam dalam hidup. Seorang sahabat yang juga penulis terkenal Adi W. Gunawan pernah berkata, “Uang bukan nomor satu dalam hidup. Buktinya kalau tidak ada uang kita setengah mati namun kalau tidak ada oksigen kita pasti mati!” Ada yang kemudian protes dan berkata, kalau ada uang kan bisa dipakai untuk membeli oksigen? Ya, saya rasa itu tidak selalu tepat. Bagaimana jika tidak ada yang menjual oksigen, seperti di pedalaman Papua?
Seorang teman pernah berkata, uang bukan segalanya namun hampir segalanya butuh uang. Ya, hampir segalanya artinya masih ada hal-hal lainnya yang tidak bisa dibeli dengan uang. Salah satunya adalah kesetiaan suami-istri. Sebagai anak broken home saya mengalami sendiri hal ini. Saya menyaksikan bagaimana kehidupan pernikahan kedua orang tua saya harus berakhir karena kasus perselingkuhan.
Uang juga tidak bisa membeli rasa sayang dan rasa hormat anak-anak kepada orang tuanya. Begitu banyak kasus anak-anak yang kemudian menjadi nakal akibat kehilangan rasa hormat kepada orang tuanya. Rumah bagi mereka telah menjadi semacam neraka dunia sehingga mereka mencoba mencari surga dunia di luar sana. Sayangnya, pergaulan yang salah kerap membuat mereka melenceng jauh. Seringkali setelah hal ini terjadi, tidak sedikit orang tua yang menyesali dirinya karena kurang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya.
Lebih dari Sekedar Uang
Beberapa tahun lalu sesaat setelah memberikan seminar untuk sebuah gereja, seorang ibu datang menyalami saya lalu berkata, “Bapak terima kasih atas buku Melangkah Maju di Masa Sulit. Malam itu saya mau bunuh diri namun entah mengapa saya kemudian mengambil buku karangan Bapak itu dan membacanya. Seketika itu saya batalkan niat saya bunuh diri!”
Hal ini sungguh menyentuh hati saya. Saya tidak menduga kalau buku yang saya tulis tahun 2004 itu bisa menyelamatkan satu nyawa. Memang, saya juga pernah mendapatkan beberapa e-mail dengan nada yang hampir sama. Selain itu, saya sudah ratusan respon (melalui e-mail, sms, telpon atau perbincangan langsung) yang menyatakan kalau buku-buku yang saya tulis ternyata bermanfaat.
Jika sampai hari ini dan seterusnya saya terus menulis itu karena saya merasa sungguh menemukan kebermaknaan hidup saya, selain menulis adalah ungkapan rasa syukur saya kepada Tuhan yang telah memberikan saya talenta istimewa ini.
Tanpa bermaksud untuk tinggi hati, royalti bukanlah motivasi utama bagi saya menulis. Ada juga buku saya yang royaltinya saya sumbangkan sepenuhnya kepada sebuah lembaga non-profit. Tidak banyak orang yang tahu bahwa royalti penulis hanyalah sebesar 10 persen dari harga buku sebelum PPN. Itu pun masih dipotong pajak penghasilan sebesar 15 persen.
Sebagai contoh, salah satu buku saya yang berbentuk komik harga jualnya Rp 29.800. Nah, setiap buku yang terjual saya hanya mendapatkan royalti bersih Rp 2.300. Berhubung itu bentuknya komik maka saya harus berbagi dengan yang menggambar komik tersebut. Praktis satu komik yang terjual saya hanya mendapat Rp 1.150. Tentu bukan sebuah angka yang menggiurkan secara finansial namun saya mau melakukan itu. Komik tersebut saya tulis sebagai bekal berharga bagi hidup dan masa depan anak-anak saya tercinta.
Joger, seorang pengusaha kaos terkenal di Bali dengan tegas mengatakan bahwa sejak 1987 bisnisnya bukanlah profit oriented melainkan happiness oriented. “Bukan berarti saya menolak semua profit sebab sebagai perusahaan saya membutuhkan profit. Tapi bukan berarti saya mengorbankan segalanya atau melakukan apa pun demi profit. Bagi saya, kebahagiaan adalah segumpal rasa yang kita rasakan kalau kita sudah melakukan kebaikan secara jujur, ramah, bertanggung jawab, bersyukur dan bermanfaat  bagi diri kita sendiri dalam optimal dan seluas-luasnya serta bermanfaat bagi stakeholders dan lingkungan hidup. Happiness oriented dapat diartikan bagaimana kita menjadi kaya, sekaya-kayanya tanpa membuat atau membiarkan orang lain tetap miskin,“ kata pendiri ‘Yayasan’ Garing yang banyak bergerak di bidang sosial kemanusiaan itu.
Sikap Terhadap Uang
Guru kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell pernah mengatakan pada dasarnya uang memberikan Anda pilihan yang lebih banyak (money gives you more options). Saya sangat setuju dengan pendapat Maxwell. Ketika Anda memiliki lebih banyak uang, Anda memiliki lebih banyak pilihan. Anda boleh memilih makan siang di mana dan berapa harganya. Bandingkan dengan mereka yang sangat kekurangan uang dan selalu berharap esok mereka masih bisa makan.
Ketika Anda memiliki banyak uang, Anda bisa memilih menyumbangkan sebagian uang Anda itu kepada sesama yang membutuhkan, membangun rumah ibadah, dan seterusnya. Intinya, mereka yang memiliki lebih banyak uang cenderung akan memiliki lebih banyak pilihan dalam hidupnya. Bukankah memiliki pilihan yang lebih banyak juga merupakan sebuah berkat dalam hidup?
Saya akan menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah ungkapan yang sangat indah dari Maxwell, “Saya menyarankan orang-orang yang berkelimpahan secara keuangan agar menjadi sungai yang mengalir bukan bak penampungan bagi kekayaan mereka. Tuhan hanya memberikan kepada Anda hal-hal yang Ia tahu akan mengalir melalui hidup Anda.” Bagaimana menurut Anda? ***
WHAT MONEY CAN BUY?
A BED BUT NOT SLEEP
COMPUTER BUT NOT BRAIN
FOOD BUT NOT APPETITE
FINERY BUT NOT BEAUTY
HOUSE BUT NOT HOME
MEDICINE BUT NOT HEALTH
LUXURIOUS BUT NOT CULTURE
AMUSEMENTS BUT NOT HAPPINES
ACQUAINTANCE BUT NOT FRIEND
SEX BUT NOT LOVE
Terjemahan bebasnya adalah:
APA YANG DAPAT DIBELI UANG?
Sebuah tempat tidur bukan tidur
Komputer bukan otak
Makanan bukan selera
Dandanan bukan kecantikan
Rumah bukan kediaman
Obat bukan kesehatan
Kemewahan bukan kesopanan
Kesenangan bukan kebahagiaan
Kenalan bukan sahabat
Seks bukan cinta

* Best Selling Author, Motivational Teacher and Leadership Trainer. Klik www.pauluswinarto.com.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More