Virginia - Isteri Saipul Jamil - Tewas dalam LAKALANTAS
Istri artis sekaligus pedangdut Saipul Jamil, Virginia Anggraeni, yang baru dinikahi pada Maret 2011 lalu, tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Cipularang Km 97, Sabtu (3/9/2011).
BANGUNKAN HIDUP ANDA
ata antusiasme (enthusiasm) berasal dari bahasa Yunani yang berarti “Tuhan di dalam”. Dan Tuhan yang ada di dalam diri kita masing-masing tidak lain adalah rasa cinta – cinta diri yang sesungguhnya (dan penerimaan diri), dan dari situ dating cinta kepada sesame kita.
SUKSES ADALAH PILIHAN
Filosofi "Hidup Mengalir Seperti Air" bisa membuat orang terlena dan menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda, sayang sekali hidup kita yang berharga ini kalo dibiarkan mengalir seperti air yang bisa jadi air tersebut akan mengalir ke got.
PELIHARALAH MIMPI ANDA
Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitment, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang..
BIARKAN TUHAN MENILAIMU
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi,tetaplah berbuat baik. .
MEMBUAT TAMPILAN GMAIL FRIENDLY DAN NYAMAN
Untuk pengguna gmail yang setiap harinya mendapat di atas 100 email tentu sedikit repot dengan tampilan gmail yang lama. Kita harus satu2 persatu membuka dan membaca, belum lagi ketika kita harus membalas email tersebut. Kita harus kembali lagi ke halaman inbox untuk mengecek email yang lain begitu seterusnya.
KEBIASAAN BURUK YANG MEMPERBURUK PENAMPILAN PRIA
Seluruh kebiasaan yang dianggap sehat mungkin sudah saatnya menjadi perhatian Anda. Sayang, ada beberapa kebiasaan yang Anda anggap sehat, ternyata lambat laun memperburuk penampilan. Untuk mencari tahu apakah salah satu kebiasaan berikut adalah kebiasaan Anda, Askmen memaparkannya berikut ini..
Rabu, 27 Juli 2011
MULAI SEKARANG JUGA
Kamis, 21 Juli 2011
GELAS PENUH ATAU GELAS KOSONG????
tentunya akan meluap keluar. Supaya kita bisa mengisinya, kita haruslah mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya. Nah, apa hikmah dari ilustrasi ini?
Pertama, kalau kita ingin maju dalam belajar, kita haruslah mengosongkan alias merendahkan ego kita, mau belajar dan mau diajari. Kita akan sulit menerima pembelajaran dari orang lain bila ego kita masih ada, apalagi bila tujuannya untuk ngetest saja. Mungkin di bidang kita, kita merupakan pakarnya, namun di bidang lain, supaya kita berhasil sukses, kita harus turun dulu. Gak mungkin toch melompat dari puncak gunung yang satu ke puncak gunung yang lain.
Kedua, ilustrasi gelas penuh gelas kosong tadi bisa juga diartikan, kita seringlah memberi, alias bersedekah. Ketika seseorang bersedekah, ibaratnya, ia sedang mengosongkan atau menumpahkan sebagian gelas rezekinya, tentunya Tuhan akan bisa mengisikan lagi gelas rezekinya. Bagaimana mungkin Tuhan bisa menambahkan lagi rezeki bila kita tidak pernah membagikan juga rezeki kita.
Ketiga, ilustrasi ini bisa juga menggambarkan ketika kita kehilangan, itu bisa jadi Tuhan sedang mengosongkan gelas rezeki kita (mungkin karena kita lupa untuk berbagi). Namun, gak usah bersedih, percayalah, suatu Hari Tuhan akan mengisikannya lagi kembali bahkan dengan yang jauh lebih baik lagi.
Sumber : Antonhuang.com
Kamis, 14 Juli 2011
“Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan”
“ Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (Mat 12:1-8)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Apa yang disebut persembahan dalam perjanjian lama antara lain adalah pelaksanaan aturan memberi derma sepersepuluhan, dimana orang harus mempersembahkan sepersepuluh dari penghasilannya kepada Tuhan melalui paguyuban umat beriman atau kalau sekarang berarti Gereja, tidak lebih dan tidak kurang seperspuluh dari penghasilannya harus dipersembahkan kepada Tuhan. Hasil pengumpulan sepersepuluhan tersebut digunakan untuk kehidupan para petugas paguyuban umat, ibadat serta bagi mereka yang miskin dan berkekurangan. Yesus menghendaki belas kasihan artinya hendaknya mempersembahkan lebih dari itu, atau bahkan seluruhnya dipersembahkan, lebih-lebih selanjutnya difungsikan untuk membantu mereka yang miskin dan berkekurangan. Dengan kata lain kita diingatkan untuk membantu mereka yang miskin dan berkekurangan hendaknya mengabaikan peraturan bukan berarti melanggar melainkan mengatasi peraturan, Belas kasihan hendaknya mengatasi peraturan atau mendasari peraturan, dengan kata lain atas dasar belas kasih atau cintakasih hendaknya orang tidak takut untuk bertindak, meskipun secara formal mungkin dikatakan tidak sesuai dengan peraturan, karena melebihi peraturan yang berlaku. Maka hendaknya dalam berbuat baik kepada saudara-saudari kita tidak perlu minta izin, kapanpun dan dimanapun ada kesempatan untuk berbuat baik, hendaknya segera dilaksanakan tanpa ditunda-tunda; itulah artinya kita percaya bahwa “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”. Hari Sabat untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat, peraturan untuk manusia, bukan manusia untuk peraturan. Belas kasih atau cinta kasih itu bebas dan tidak terbatas. Hari ini kita kenangkan St.Bonaventura, nama yang berarti mendatangkan kebaikan atau kebaikan sedang datang. Maka semoga kehadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun dapat menjadi warta baik bagi siapapun.
· “Beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.” (Kel 12:11-12), demikian kutipan perihal tata tertib merayakan Paskah pada masa itu. Yang penting atau isi pokok dalam tata tertib itu adalah Paskah, yang berarti Tuhan lewat, hadir menunjukkan kuasaNya, maka dalam kebersamaan (makan) tersebut yang berkuasa adalah Tuhan. Dengan kata lain Tuhan lebih utama dan harus lebih diutamakan daripada tata tertib. Tata tertib berfungsi bagi manusia sebagai bantuan untuk semakin ‘ber-Tuhan’ alias semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, sehingga cara hidup dan cara bertindaknya baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur. Tata tertib dan budi pekerti luhur hemat saya bagaikan uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan: mereka yang berbudi pekerti luhur akan semakin setia dan taat melaksanakan aneka tata tertib, sebaliknya semakin setia dan taat pada tata tertib berarti semakin berbudi pekerti luhur. Maka baiklah kita hayati aneka tata tertib dengan sepenuh hati dan utuh, tidak sepotong-sepotong, dan hendaknya bersikap positif terhadap aneka tata tertib. Jika berkehendak merubah tata tertib hendaknya tata tertib tersebut dilaksanakan lebih dahulu sebelum dirubah, dan ketika dalam pelaksanaan merasa ada yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan atau melanggar cintakasih, baiklah tanpa takut kita merubahnya.
“Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan atas segala kebajikanNya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan” (Mzm 116:12-13)
oleh Rm. I. Sumarya .SJ.
Sumber: Ekaristi.org






